Asal-Usul Lawang Sewu Jogjakarta

Lawang Sewu
Namanya saja gedung tua peninggalan orang asing, tentu banyak hal gaib yang melingkup di sekitar gedung dan susah dipecahkan. Sama seperti gedung Lawang Sewu, Semarang yang ditengarai menyimpan banyak misteri ini. Konon, misteri tak terpecahkan itu berkaitan dengan keberadaan makhluk halus yang menghuni Lawang Sewu. Jumlahnya mencapai puluhan, dan itu pun susah dideteksi bagaimana kisahnya hingga mereka menjadi penghuni Lawang Sewu.
Gedung peninggalan Belanda itu sampai sekarang nampak megah jika dipandang dari bundaran monumen Tugu Muda. Wujud bangunannya kokoh, artistik, dan bergaya Eropa. Siapa saja tentu akan percaya kalau bangunan bersejarah itu dihuni oleh segerombolan makhluk halus. Pasalnya, selain bangunan tua, sudah lama gedung berpintu sekitar 1.000 (sewu, red) ini dibiarkan kosong dan tak berpenghuni. Membuat sawab sekitar mudah dimasuki oleh lelembut maupun makhluk gaib dari alam maya.
Sayangnya, pemerintah setempat sekarang kurang peka terhadap keberadaan gedung tua ini. Bangunan Lawang Sewu dianggap tak ubahnya barang rongsok yang tidak ada gunanya. Terkesan kumuh dan kotor, bahkan kalau malam sama sekali tidak ada penerangan di dalam gedung. Mungkin karena telantar membuat bangunan ini bertambah angker. Seperti wingit hingga kalau malam hari tidak ada orang yang berani lewat di depat gedung. Apalagi, sampai berani masuk ke halaman Lawang Sewu.
Hanya Soeranto semata yang sudah bertahun-tahun tinggal di pelataran gedung Lawang Sewu. Selama itu pula, Soeranto mengaku sudah tidak terhitung lagi berapa kali dia mengalami kejadian-kejadian aneh jika malam hari. Aneka rupa dan bentuk makhluk gaib menunggu gedung sudah pernah dia pergoki. Sejauh itu, berkat pengabdian Soeranto untuk menjaga gedung, dia tidak pernah gentar menghadapi lelembut penghuni setempat.
“Macam-macam wujud jelmaan penunggu sini (Lawang Sewu, red) pernah saya temui. Mulai wujudnya yang seram, begis, sampai yang lucu-lucu,” aku Soeranto. Sampai-sampai mengenai prilaku para lelembut setempat Soeranto sangat hafal betul. Termasuk ketika akan memunculkan bentuk aslinya, ada tanda-tanda khusus yang lebih dulu disampaikan para lelembut.
“Biasanya ada yang diawali dengan hembusan angin agak kencang, semilir, sampai ada yang mengeluarkan bau-bauan. Ada yang bau wangi, bau menyan, bahkan ada yang mengeluarkan bau agak busuk,” tandasnya.
Kemunculan makhluk halus ditengarai adalah arwah tentara Belanda dan Jepang itu masing-masing punya daerah kekuasaan sendiri-sendiri. Seperti di pintu depan paling barat, menurut Soeranto disitu diperkirakan dikuasai oleh sosok hantu tentara Belanda. Setiap kali muncul lelembut yang dicurigai sebagai arwah orang Belanda ini selalu mengenakan pakaian seragam serdadu lengkap dengan senapan laras panjang. Ada yang berada di pintu belakang paling timur. Termasuk menempati beberapa pintu kamar, dan ruang di lantai dua.
Lain lagi di salah satu ruang paling depan yang ditengarai dulunya menjadi pos penjagaan tentara, di sekitar tempat itu dikuasai oleh sosok lelembut yang berwujud serdadu Jepang. Khusus makhluk gaib yang satu ini, menurut Soeranto terlihat bengis dan kejam. Kumisnya panjang melintang dengan ke mana-mana selalu membawa sebilah samurai panjang.
Meski berbeda wilayah kekuasaan, tidak pernah ada kejadian keributan atau semacam pertanda adanya ontran-ontran di alam gaib antar penunggu Lawang Sewu itu. Semua selalu tenang, dan kemunculannya pun selalu pada tempat yang sama. Tidak berebutan. Mungkin saja karena sosok-sosok itu sering kali muncul dan bertemu dengan Soeranto, hingga kesannya sangat akrab.
“Cuma kalau berdialog langsung dengan mereka belum pernah. Di samping saya sendiri tidak mengerti bahasa mereka,” aku Soeranto kepada METEOR. Paling mendebarkan menurut Soeranto, tiap malam Jumat Kliwon arwah-arwah setempat sering kali menampakkan wujud aslinya. Mereka bergentayangan, bermunculan, hingga membuat suasana malam seperti ramai orang-orang bercengkerama.
Cuma paling menakutkan lagi, adalah jeritan-jeritan suara perempuan dari dalam gedung. Diperkirakan jeritan itu berasal dari jerit nonik-nonik Belanda. Bahkan, setiap muncul jeritan pasti disusul suara derap sepatu lars tentara Belanda dan Jepang. Sepertinya arwah mereka kompak, namun suara jeritan itu diperkirakan jeritan noni Belanda yang ketakutan ketika melihat aksi pembantaian Jepang terhadap tentara Belanda.
Konon, banyak tentara Belanda yang tewas disembelih tentara Jepang. Sehingga suara jeritan itu kadang disusul jeritan tentara Belanda yang kesakitan. Sementara jika mendongakkan kepala ke atas gedung, nampak ada sebuah tondon air yang dulunya difungsikan untuk menyimpan air bersih.
Sedangkan di sekitarnya, tepatnya di depan halaman gedung ada sebuah sumur tua yang setiap harinya selalu dikunci rapat-rapat. Bentuk sumur tersebut temboknya meninggi dari dasar tanah dan diberi atap genting warna merah. Di situlah paling sering terdengar tangisan nonik-nonik Belanda dan Jepang.
Namun, dari sekian banyaknya mahkluk halus yang menjaga gedung lawang sewu tersebut, menurut beberapa paranormal asal Semarang tidak akan mengganggu masyarakat apabila nekad masuk ke dalam gedung. “Dulu ada paranormal yang menerawang penghuni sini. Katanya, jumlah mereka sekitar 50 makhluk halus,” imbuhnya.

Sejak didirikan ratusan tahun lalu, gedung spektakuler peninggalan pemerintahan Belanda macam Lawang Sewu Semarang masih tetap menyimpan misteri. Sudah berulang kali orang menyingkap misteri di balik kemegahan gedung bersejarah ini. Namun, sejauh itu masih ada misteri lain yang tersisa, seiring perjalanan umur bangunan yang semakin tua. Berikut ini wartawan METEOR melaporkan sepenggal misteri yang tersisa dari Lawang Sewu itu.
Ibarat buah kelapa makin tua makin banyak santan yang dibutuhkan oleh manusia. Tidak lebih ungkapan tersebut sama pula dengan keberadaan gedung tua peninggalan Belanda macam Lawang Sewu. Makin tua umur bangunan yang berlokasi di depan Tugu Muda, Pandanaran Semarang ini, legenda yang menyelimuti makin banyak dipuji masyarakat. Wajar sebagai gedung bersejarah, Lawang Sewu semakin makin dipandang sebagai gedung berharga, berkat keantikannya.
Tak heran sampai sekarang ini, gedung yang nampaknya kurang mendapat perhatian dari Pemkot Semarang ini, dalam percaturannya masih menjadi rebutan antar para investor dan pengusaha baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, antar pengusaha sekitar Semarang sendiri saling berebutan untuk bisa memenangkan tender mengelola gedung kuno ini.
Menurut kabar yang tersebar pada pekembangan nantinya gedung yang memiliki luas sekitar 0,50 hektar ini akan dijadikan hotel berbintang lima. Kabar yang santer terdengar, anak mantan presiden Soeharto, Bambang Triatmojo pernah berambisi membeli gedung milik negara ini untuk disulap menjadi hotel berbintang. Hanya saja, belum sampai impiannya terlaksana, keburu Soeharto lengser dan keinginannya itu pun sirna.
“Semenjak itu, sampai sekarang belum ada yang menawar lagi. Bangunan ini dibiarkan kosong dan terlantar. Kami tidak tahu mau dijadikan apa bangunan megah ini,” ujar Soeranto, 50 tahun, salah seorang penghuni gedung Lawang Sewu kepada METEOR. Dari situ Soeranto lantas menceritakan panjang lebar mengenai sejarah dan asal-usul berdirinya gedung Lawang Sewu.
Memang jika ditilik dari sejarahnya gedung ini sangatlah legendaris. Maklum sudah beberapa priode pemerintahan dan jawatan pernah menempati gedung yang dikenal sangat angker ini. Sekilas pandangan Soeranto menerawang, lalu menurut penuturannya, Lawang Sewu tersebut merupakan salah satu gedung peninggalan Belanda yang diarsiteki oleh Prof Klinkkaner dan Quendagg. Dibangun dan sekaligus berdiri sekitar tahun 1863.
Setelah itu gedung ini pada tanggal 27 Agustus 1913 ditempati oleh para tentara Belanda, hanya saja tidak berlangsung lama. Sebab, setelah itu Belanda menyerah terhadap Jepang Baru kemudian penguasaan gedung berlalih ke tangan pemerintahan Jepan baik secara administratif maupun secara perekonomian selama 3,5 tahun. Sampai kemudian bangsa Indonesia melakukan perlawanan dengan melakukan perang bersenjata melawan tentara Jepang di kawasan Tugu Muda yang dikenal dengan sebutan 5 Jam di Semarang.
Sekitar tahun 1950, tutur Soeranto, gedung tua tersebut ditempati oleh TNI-AD dibawah pimpinan Panglima Gatot Subroto. Dan, paling terakhir yang menempati adalah jawatan PT Kereta Api Jawa Tengah. Bahkan, saat itu fungsi gedung sempat dijadikan sebagai kantor wilayah Departemen Perhubungan Jateng. Hingga akhirnya gedung Lawang sewu tersebut benar-benar kosong mulai sekitar tahun 1996 sampai sekarang.
Ibarat orang yang sedang mati suri. Kondisi gedung Lawang Sewu tiap harinya sepi dari kegiatan apapun. Tidak ada lagi aktivitas ramai seperti tahun-tahun silam. Belum lagi akibat tidak pernah mendapat perhatian, keadaan sekitar gedung menjadi kotor dan kumuh. Tembok bangunan yang gempal mulai mengelupas catnya. Areal sekitar gedung nampak ditumbuhi semak belukar dan ilalang.
Ketika METEOR mencoba membuka daun pintu di salah satu kamar yang ada di dalam gedung tersebut, mendadak daun pintu terbuat dari kayu itu rapuh dan patah lantaran ditekan ke dalam. Aneh memang, ternyata bagian dalam gedung tersebut banyak sekali pintu-pintu yang bahannya terbuat dari kayu jati. Kendati demikian pintu yang berjumlah sekitar seribu itu tidak lagi mempunyai kekuatan.
Hanya masih menyimpan sebuah kenangan misteri jika sewaktu-waktu pintu salah satu kamar Lawang Sewu dibuka. Maka akan menimbulkan suara menderit yang khas. Suaranya menggema di tengah kesunyian bagian dalam gedung. Seperti mengundang arwah gentayangan yang ada di dalamnya. Sementara kalau malam hari bagian dalam gelap gulita, lantaran tidak ada satu pun lampu penerangan yang dipasang oleh pemerintah kota Semarang sekarang.
Benar-benar Lawang Sewu tidak lagi pernah diperhatikan pemerintah. Masih untung ada orang berjiwa patriotik yang rela menjaga dan tinggal di dalam gedung Lawang Sewu, seperti Soeranto juga pensiunan TNI-AD ini. Diakui Soeranto sebenarnya, tinggal di dalam Lawang Sewu sangat teduh. Asri dan bisa mengenang kejayaan masa pemerintahan Belanda.
“Namun mungkin karena tempat ini sangat angker sehingga tidak ada yang berani tinggal di sini. Orang akan menjadikan tempat ini sebagai kantor atau hotel tentunya harus berpikiran yang jernih,” ungkapnya.
(photo gedung Lawang sewu)
Negeri Paloh
Kerajaan alam gaib bernama Negeri Paloh itu sungguh-sungguh ada dalam kenyataan sebenarnya. Sistem pemerintahannya berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Sandi. Keberadaan kerajaan gaib ini kerap memunculkan fenomena mistis….

Selain panoramanya yang indah, kawasan perbatasan antara Kalimantan Barat dan Malaysia juga menyimpan kekuatan gaib yang cukup besar. Peristiwa-peristiwa aneh sering terjadi di beberapa tempat. Mulai dari munculnya sebuah kota di tengah belantara, kemudian hilangnya sebuah pesawat berikut awaknya, sampai pada penculikan beberapa orang penduduk.
Paloh sendiri adalah nama sebuah kecamatan yang terletak di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat. Kedudukannya sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan Malaysia bagian timur. Uniknya, di Kecamatan paloh ini juga ada sebuah negeri gaib yang dikenal sebagai Negeri Paloh.
Daerah yang sebagian besar daratannya masih berupa hutan belantara ini telah diresmikan menjadi daerah konservasi. Beberapa tempat rekreasi yang memiliki panorama indah dan menarik, juga telah dikelola oleh Perhutani Provinsi Kalimantan Barat.
Tempat konservasi tersebut kerap dijadikan sebagai tempat kegiatan pemuda, khususnya para pencinta alam. Selain alamnya yang sejuk dan asri, keberadaan Paloh dengan pemukiman sedikit penduduknya itu, mulai menarik perhatian banyak orang.
Dengan menggunakan jasa angkutan umum yang memakan waktu kurang lebih delapan jam perjalanan, kita dapat tiba di perkampungan penduduk Paloh. Dari pemukiman penduduk memerlukan waktu empat jam lagi untuk bisa mencapai lokasi yang akan dituju dengan menelusuri anak sungai menggunakan perahu.
Jadi total waktu yang diperlukan kurang lebih dua belas jam lamanya. Memang perjalanan yang melelahkan. Namun bagi mereka yang haus dengan keindahan dan tantangan, perjalanan melelahkan itu akan terasa mengasyikan, apabila bila berkelompok.
Sampai di sana kita akan terpesona melihat bukit-bukit berdiri kokoh diselimuti jutaan pohon yang tumbuh berbaris membentuk satu kesatuan. Di tempat ini sering digunakan para pejalar dan mahasiswa melakukan hiking dan praktek lapangan.
Di lain tempat, namun masih dalam kawasan konservasi, terdapat pula hutan rawa yang tak kalah menariknya. Letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk. Untuk mencapainya diperlukan waktu empat jam. Itu pun harus menyusuri sungai dengan menyewa perahu.
Hutan yang berada tepat di tengah belantara itu sampai sekarang belum pernah disentuh oleh penunjung, menimbang lokasinya yang jauh dan sangat rawan. Didalamnya hidup beraneka jenis binatang buas dan berbisa.
Para penduduk juga meyakini bahwa tempat itu diselimuti hawa mistis dan dihuni sekelompok makhluk halus yang senantiasa muncul ke dimensi manusia dengan kejadian-kejadian anehnya.
Penampakkan yang sering disaksikan penduduk setempat adalah hadirnya sebuah kota dengan segala aktivitasnya di tengah hutan rawa tersebut. Peristiwa yang terjadi setiap tengah malam itu membuat penduduk yang pernah menyaksikannya terheran-heran.
Seketika itu suasana hutan yang sunyi dan senyap, berubah menjadi terang-benderang, gedung-gedung berdiri kokoh dihiasi cahaya lampu berwarna-warni, suara lalu-lintas kendaraan pun tak ketinggalan ikut meramaikan suasana.
Saking terpesonanya, ada beberapa orang dari penduduk tertarik dan mencoba untuk mendekati kota gaib itu. Namun mereka tak pernah kembali. Keesokan harinya, pencarian pun dilakukan.
Beberapa orang penduduk yang didampingi seorang paranormal tak berhasil menemukan warga yang hilang. Diduga mereka yang hilang diculik oleh makhluk halus penunggu hutan rawa itu.
Kisah mistis diatas tidak hanya bersumber dari satu orang saja, melainkan hampir semua lapisan masyarakat membenarkannya.
Selain di hutan rawa peristiwa aneh juga pernah, bahkan sering terjadi di beberapa tempat. Salah satunya adalah di Bukit Melintang yang letaknya tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk. Bukit kecil yang masih berupa hutan ini diyakini juga sebagai tempat bermukimnya makhluk halus dan pernah mengukir sejarah.
Ya, pada sekitar tahun 70-an, terjadi peristiwa memilukan. Pesawat milik TNI AU hilang bersama para awaknya saat terbang melintas wilayah Paloh. Diduga pesawat tersebut menabrak Bukit Melintang. Namun setelah dilakukan pencarian di tempat itu yang juga diteruskan menyisir titik rawan kecelakaan, para petugas tidak menemukan mayat maupun bangkai pesawat.
Pesawat dan awaknya seperti lenyap ditelan bumi. Salah seorang bidan kesehatan juga ikut hilang dalam peristiwa itu. Dia merupakan teman dekat salah seorang sumber Penulis. Dikisahkan, sebelum berangkat, terjadi ketegangan kecil di sebuah klinik kesehatan tempat si bidan bertugas.
Siang itu, Ibu Yeni (bukan nama sebenarnya) mendapat tugas mendadak ke perbatasan. Sebenarnya bukan dirinya yang mendapat perintah untuk berangkat, melainkan bidan lain. Berhubung yang mendapat giliran praktek di klinik itu adalah Ibu Yeni, terpaksa dia yang harus menggantikan bidan yang berhalangan itu.
Namun beberapa orang teman Ibu Yeni merasa keberatan dan menyarankan agar membatalkan keberangkatannya. Terutama karena menimbang cuaca benar-benar tidak mengizinkan. Mendung hitam diiringi kabut tebal menghiasi cakrawala, sungguh tidak memungkinkan bagi pesawat untuk lepas landas.
Namun bidan muda itu tetap bersikeras untuk berangkat, meski dia juga sangat menghargai masukan dan saran dari teman-temannya. “Terima kasih kalian sudah memperhatikan saya. Namun jangan sampai lupa, keberadaan kita di sini karena sudah kewajiban dan tanggungjawab. Sebagai seorang tenaga medis kita harus bisa mengambil tindakan yang bijaksana. Kebijakan yang lebih memihak pada khalayak ramai,” tuturnya seperti yang disampaikan sumber Penulis.
Mendengar ucapan itu, orang-orang yang berada di dalam ruang klinik menjadi lemas dan tak lagi berkata-kata. Apalagi melihat Ibu Yeni sudah siap berangkat.
Setelah berpamitan, dia bergegas menuju bandara dan diantar beberapa orang temanmnya. Tak banyak obrolan dalam perjalanan itu, hanya saja sesekali Ibu Yeni melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.
Wajahnya tampak sedikit tegang seperti dikejar sesuatu. Selang beberapa menit mereka pun tiba di bandara. Tanpa menunggu lama, Ibu Yeni segera melangkahkan kakinya menuju pesawat kecil yang sudah siap berangkat.
Tak lama kemudian, pesawat beserta awaknya itupun terbang menuju perbatasan. Tak ada yang dapat diceritakan setelah pesawat lepas landas. Sampai pada peristiwa lenyap pesawat beserta isinya itu terjadi.
Pasca kejadian aneh itu, Ibu Yeni sering datang menjenguk teman dekatnya termasuk juga suami dan anaknya. Menurut Yaminhudin, S.hut, seorang pemuda asal kecamatan Paloh yang memiliki kekuatan supranatural menembus dan berkomunikasi dengan makhluk halus penghuni Negeri Paloh mengatakan, pesawat itu terbang melintasi jalur yang semestinya tidak dilewati, karena merupakan titik pusat keramaian alam gaib.
Itu sebabnya, terjadi proses penarikan yang dilakukan oleh penguasa negeri gaib. Mereka khawatir pesawat tersebut akan mencelakakan penduduknya yang sedang beraktivitas di sana.
Korban yang hilang itu tidak mati, tetapi diambil oleh makhluk halus. Sebelum diangkat menjadi penduduk negeri gaib, terlebih dahulu dilakukan tawar-menawar antar korban dan penguasa Negeri Paloh.
Tawar-menawar itu memang harus dilakukan, karena setiap manusia yang telah masuk ke dalam negeri itu tidak diizinkan kembali ke alam nyata. Karena apabila kembali mereka akan mati.
Setelah terbentuk suatu kesepakatan, para korban harus mengikuti ritual khusus. Agar mereka dapat diterima di tengah masyarakat dan hidup rukun di dalamnya.
Berawal dari kecelakaan itulah, kemudian peristiwa-peristiwa aneh beruntun mendatangi penduduk setempat. Satu demi satu, gadis desa yang masih perawan hilang entah kemana dan diyakni diambil oleh makhluk halus yang menguasai daerah tersebut.
Sampai-sampai para lelaki mengeluarkan larangan kepada para wanita, isteri maupun anak-anaknya keluar rumah sendirian. Hal ini karena dikhawatirkan akan bernasib sama dengan yang lain.
Tak hanya itu, munculnya orang-orang tak dikenal ke pemukiman penduduk dirasa cukup meresahkan. Apalagi tidak diketahui dari mana mereka berasal. Seperti dalam suatu resepsi perkawinan yang diadakan oleh seorang warga, kebiasaan penduduk setempat apabila melangsungkan acara penikahan tidak perlu sibuk memikirkan biaya pesta, karena para tetangga akan datang memberikan sumbangan berupa lauk pauk dan uang, serta segala macam yang diperlukan.
Usut punya usut, ternyata beberapa undangan yang hadir dalam pesta itu bukanlah penduduk setempat. Namun warga mencoba untuk tetap waspada, khawatir kalau mereka berniat jahat. Setelah pesta usai, orang-orang itu bergegas pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Beberapa orang warga mencoba mengejar mereka, namun tak seorang pun menemukan jejaknya. Setelah kembali dari pengejaran, salah seorang warga menemukan sebuah tas berwarna hitam dan segera memeriksanya. Di dalam tas itu ditemukan banyak sekali barang-barang aneh seperti keris, potongan rambut, kupasan kulit binatang, dan segala macam benda yang tidak lazim lainnya. Konon, orang-orang aneh itu sengaja meninggalkan tasnya sebagai hadiah pernikahan.
Sampai detik ini kejadian semacam itu masih sering terjadi. Namun warga sudah menganggapnya sebagai hal yang biasa. Malahan ada beberapa orang dari warga yang menikah dengan orang tak dikenal itu, yang sesungguhnya tak lain adalah makhluk halus penghuni Negeri Gaib Paloh.
Yaminhudin, S.hut. juga menjelaskan tentang tata cara kehidupan mereka, makhluk halus Negeri Paloh. Konon, kehidupan mereka sama seperti manusia dan sangat menjunjung tinggi adat istiadat leluhur. Menurut pantauan batin Yaminhudin yang langsung berkomunikasi dengan makhluk halus penghuni negeri gaib tersebut mengatakan, perkembangan penduduk yang tinggal di negeri itu sangat pesat.
Sistem pemerintahannya berbentuk kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Pangeran Sandi. Sang Raja memimpin dengan arif dan bijaksana. Kebutuhan rakyatnya selalu tercukupi. Hal ini terjadi karena Negeri Paloh memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah.
Tanahnya yang subur ditumbuhi berbagai macam sayuran dan buah-buahan. Kemajuan dan kecanggihan teknologi juga tak luput dari sumber daya manusianya. Sangatlah wajar bila beberapa orang penduduk di sekitar hutan pernah menyaksikan sebuah kota muncul di tengah hutan belantara. Karena memang penduduk Negeri Paloh sudah mampu menciptakan teknologi mutahir dan kota besar yang pernah muncul itulah buktinya.
Perihal penculikan yang sering dilakukan makhluk halus pada manusia, Yaminhudin, S.hut. juga menjelaskan mereka yang diculik oleh makhluk halus penghuni Negeri Paloh tidak untuk disakiti, namun karena dilandasi rasa sukanya terhadap manusia dan selanjutnya mereka akan mengawininya.
Banyak orang yang ingin masuk ke dalam negeri tersebut, namun tidak semudah itu. Mereka harus memiliki kemampuan supranatural dan berhati bersih. Karena apabila hati seseorang itu jahat, dikhawatirkan akan membahayakan kehidupan di alam tak kasat mata itu.

Comments

Popular Posts